1. Perbedaan kekerasan material
Marmer dapat digores dengan pisau atau paku, tetapi granit tidak mudah tergores oleh benda-benda tersebut. Karena granit memiliki kekerasan 6 hingga 7, dan marmer hanya 3-5, marmer lebih lembut dan granit lebih keras.
2. Perbedaan stabilitas
Stabilitas marmer bersilangan, granit memiliki stabilitas yang baik. Oleh karena itu, marmer mudah rusak di bawah pengaruh sinar matahari, hujan, angin, dan sinar ultraviolet, sedangkan granit sulit untuk diubah.
3. Perbedaan dalam reaksi kimia
Marmer lebih takut pada bahan kimia, dan granit relatif stabil. Marmer sangat takut dengan bahan kimia asam dan basa, dan ketahanannya terhadap asam dan alkali sangat buruk. Karakteristik ini menentukan bahwa granit harus digunakan sebagai pengganti marmer untuk meja dapur.
4. Perbedaan dalam cacat
Marmer memiliki berbagai cacat batu seperti retakan, plak, lubang, dan perbedaan warna, sedangkan granit relatif baik. Cacat marmer menentukan bahwa marmer cocok untuk dekorasi interior, dan jarang digunakan untuk dekorasi luar ruangan dan ketinggian. Jika tidak, begitu marmer jatuh karena retak dan patah, konsekuensinya tidak terpikirkan.
5, perbedaan ketahanan aus
Marmer memiliki ketahanan abrasi yang buruk, sedangkan granit sebaliknya. Oleh karena itu, marmer jarang digunakan di pintu masuk gedung, tempat umum, jika tidak, permukaan marmer sangat mudah aus dan tergores, serta kehilangan kilau.
6. Perbedaan dalam ketahanan deformasi
Marmer mudah menguap, dan granit sangat tahan terhadap perubahan bentuk.
7. Perbedaan dalam pelapukan
Marmer rentan terhadap pemudaran, pemudaran, pelapukan, dan fenomena lainnya. Sifat termal ini menentukan bahwa marmer sebaiknya tidak digunakan sebagai dekorasi untuk cahaya dan hujan di luar ruangan, atau marmer akan kehilangan keindahannya setelah periode angin dan hujan.
8. Perbedaan intensitas
Kekuatan marmer rendah dan kekuatan granit tinggi. Fitur ini menentukan bahwa dekorasi tanah paling baik menggunakan granit daripada marmer, terutama di bandara, pusat perbelanjaan besar, stasiun kereta bawah tanah, hotel kelas atas, dan pintu masuk hotel dengan lalu lintas yang sangat tinggi.